

Menuntut ilmu bukan hanya soal duduk di kelas dan menghafal pelajaran. Bagi santri ILC - Zaid bin Tsabit yang tinggal di asrama, setiap hari adalah proses panjang membentuk adab, akhlak, dan kedekatan dengan Al-Qur’an.
Mereka belajar, menghafal, bangun sebelum fajar, menjaga shalat berjamaah, dan melatih disiplin hidup.
Namun kesungguhan itu tetap membutuhkan sarana yang layak. Kasur yang pantas untuk beristirahat. Loker untuk menjaga kerapian. Yang mana saat ini sudah banyak sarana yang sudah tidak lagi layak untuk digunakan.

Tidak ketinggalan seragam dan perlengkapan belajar agar mereka percaya diri menuntut ilmu.
Fasilitas sederhana, tapi berdampak besar dalam menjaga martabat dan fokus belajar mereka.
Rasulullah ﷺ bersabda,
“Apabila anak Adam meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim). Wakaf termasuk sedekah jariyah — amal yang terus mengalir selama manfaatnya dirasakan.
Allah juga menegaskan dalam Al-Qur'an,
“Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan yang sempurna sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali ‘Imran: 92).
Melalui Program Wakaf Sarana Tumbuh Generasi Qur’ani, kita tidak sekadar memberikan barang. Kita ikut menyiapkan ruang tumbuh bagi calon penghafal dan penjaga kalam Allah. Setiap kasur yang diwakafkan, setiap lemari yang disediakan, menjadi bagian dari perjalanan ilmu mereka.

Pertanyaannya sederhana: ketika mereka bersungguh-sungguh menjaga Al-Qur’an, apakah kita ingin ikut mengambil bagian dalam proses itu?
Kesempatan ini terbuka. Dan dampaknya, insyaAllah, jauh melampaui usia kita.

-----------
Adapun barang - barang yang masuk dalam program Wakaf ini adalah ;
![]()
Menanti doa-doa orang baik